BTemplates.com

Kamis, 27 Agustus 2015

Mengapa saya memilih kesmas? dan apa saja kontribusinya?

Saya memilih jurusan Kesehatan Masyarakat merupakan usulan dari mama saya. Awalnya saya ingin masuk sastra Jepang karena saya tertarik untuk mempelajari bahasa Jepang lebih dalam dan saya mempunyai keinginan untuk bisa kuliah di Jepang. Namun, mama saya kurang setuju karena lulusan sastra susah untuk mencari lapangan pekerjaannya, dan teman-teman saya juga bilang kalau memang senang bahasa mending ngambil les saja, jangan menjadikan sastra sebagai patokan untuk mencari pekerjaan nanti. Lalu mama saya menyarankan Kesehatan Masyarakat, dengan perenungan saya akhirnya memutuskan untuk memilih Kesehatan Masyarakat
Saya berpikir dengan jurusan ini saya tetap bisa mewujudkan mimpi saya dan tentunya tidak mengecewakan mama saya, karena menurut saya restu orangtua itu sangant penting bagi masa depan kita. Saya berpikir jika di jurusan ini saya bisa belajar tentang kesehatan dan bagaimana pola hidup sehat yang nantinya bisa saya terapkan di keluarga saya, agar keluarga saya menjadi keluarga yang sehat. Selain itu juga dari namanya, berarti nanti kita dituntut untuk bisa terjun langsung ke masyarakat, menurut saya itu sangat seru.
Setelah saya memutuskan untuk memilihan kesehatan masyarakat, lalu saya konsultasi dengan guru BK saya, kira-kira universitas yang peluangnya besar untuk saya, lalu guru BK mengusulkan saya untuk daftar di Universitas Negeri Jenderal Soedirman, lalu saya obrolin lagi dengan mama saya lagi. Lalu, kata mama saya kenapa gak di Universitas Diponegoro yang udah di kota, papa saya mengusulkan di Universitas Brawijaya, tapi karena di Brawijaya tidak ada jurusan Kesehatan Masyarakatnya dan terbilang jauh dari rumah saya, jadi piihan itu saya blacklist. Lalu mama saya mngatakan ya sudah kalau di Universitas Jenderal Soedirman peluangnya lebih besar, disana saja. Disana juga enak, dingin, masih desa jadi tidak terlalu polusi, lalu tidak terlalu jauh juga dari Bekasi yang merupakan tempat asal saya. Di Purwokerto tempat Universitas Jenderal Soedirman berdiri juga ada wisata Baturraden, jadi bisa sekalian jalan-jalan.
Saat saya mau daftar Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, ternyata teman satu kelas saya juga memilih itu pada pilihan pertamanya, karena ranking paralel dia lebih tinggi dari saya otomatis saya yang harus mundur, tadinya saya ingin mengganti pilihan saya menjadi Gizi, namun pada saat mau finalisasi SNMPTN, teman saya itu merubah pilihannya lagi jadi di Universitas Padjajaran. Ya sudah saya maju di Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman.
Pada saat pengumuman ternyata saya dinyatakan LULUS, seneng banget rasanya, tapi ada perasaan gak percaya juga, karena menurut saya kemampuan saya itu masih kurang dari teman-teman saya yang lain yang lebih pintar namun tidak Lulus SNMPTN. Syukur Alhamdulillah, orangtua saya juga sangat senang, dan otomatis sebentar lagi saya juga akan berpisah dengan keluarga saya, namun saya harus tetap semangat demi cita-cita saya.
Saya berharap dengan saya memilih Kesehatan Masyarakat saya bisa memperbaiki gizi dan membuat keluarga saya menjadi keluarga yang sehat. Saya akan berusaha semaksimal mungkin agar saya bisa berbaur di Unsoed, bisa memngikuti perkuliahan dengan baik, bisa lulus tepat waktu dan tentunya bisa mendapatkan IP lebih dari 3,00. Saya akan merubah kebiasaan malas saya, saya akan mencoba untuk giat belajar agar saya bisa membanggakan orangtua saya dan tidak mengecewakan mereka.

Semoga setelah lulus nanti saya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan saya bisa membagi ilmu saya kepada masyarakat dan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan penyuluhan betapa pentingnya hidup sehat. Kesehatan itu sangat mahal dan harus kita jaga.

0 komentar:

Posting Komentar