Saya memilih
jurusan Kesehatan Masyarakat merupakan usulan dari mama saya. Awalnya saya
ingin masuk sastra Jepang karena saya tertarik untuk mempelajari bahasa Jepang
lebih dalam dan saya mempunyai keinginan untuk bisa kuliah di Jepang. Namun,
mama saya kurang setuju karena lulusan sastra susah untuk mencari lapangan
pekerjaannya, dan teman-teman saya juga bilang kalau memang senang bahasa
mending ngambil les saja, jangan menjadikan sastra sebagai patokan untuk
mencari pekerjaan nanti. Lalu mama saya menyarankan Kesehatan Masyarakat,
dengan perenungan saya akhirnya memutuskan untuk memilih Kesehatan Masyarakat
Saya berpikir
dengan jurusan ini saya tetap bisa mewujudkan mimpi saya dan tentunya tidak
mengecewakan mama saya, karena menurut saya restu orangtua itu sangant penting
bagi masa depan kita. Saya berpikir jika di jurusan ini saya bisa belajar
tentang kesehatan dan bagaimana pola hidup sehat yang nantinya bisa saya
terapkan di keluarga saya, agar keluarga saya menjadi keluarga yang sehat.
Selain itu juga dari namanya, berarti nanti kita dituntut untuk bisa terjun
langsung ke masyarakat, menurut saya itu sangat seru.
Setelah saya
memutuskan untuk memilihan kesehatan masyarakat, lalu saya konsultasi dengan
guru BK saya, kira-kira universitas yang peluangnya besar untuk saya, lalu guru
BK mengusulkan saya untuk daftar di Universitas Negeri Jenderal Soedirman, lalu
saya obrolin lagi dengan mama saya lagi. Lalu, kata mama saya kenapa gak di
Universitas Diponegoro yang udah di kota, papa saya mengusulkan di Universitas
Brawijaya, tapi karena di Brawijaya tidak ada jurusan Kesehatan Masyarakatnya
dan terbilang jauh dari rumah saya, jadi piihan itu saya blacklist. Lalu mama saya mngatakan ya sudah kalau di Universitas
Jenderal Soedirman peluangnya lebih besar, disana saja. Disana juga enak,
dingin, masih desa jadi tidak terlalu polusi, lalu tidak terlalu jauh juga dari
Bekasi yang merupakan tempat asal saya. Di Purwokerto tempat Universitas
Jenderal Soedirman berdiri juga ada wisata Baturraden, jadi bisa sekalian
jalan-jalan.
Saat saya mau
daftar Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, ternyata teman satu
kelas saya juga memilih itu pada pilihan pertamanya, karena ranking paralel dia
lebih tinggi dari saya otomatis saya yang harus mundur, tadinya saya ingin
mengganti pilihan saya menjadi Gizi, namun pada saat mau finalisasi SNMPTN,
teman saya itu merubah pilihannya lagi jadi di Universitas Padjajaran. Ya sudah
saya maju di Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman.
Pada saat
pengumuman ternyata saya dinyatakan LULUS, seneng banget rasanya, tapi ada
perasaan gak percaya juga, karena menurut saya kemampuan saya itu masih kurang
dari teman-teman saya yang lain yang lebih pintar namun tidak Lulus SNMPTN.
Syukur Alhamdulillah, orangtua saya juga sangat senang, dan otomatis sebentar
lagi saya juga akan berpisah dengan keluarga saya, namun saya harus tetap
semangat demi cita-cita saya.
Saya berharap
dengan saya memilih Kesehatan Masyarakat saya bisa memperbaiki gizi dan membuat
keluarga saya menjadi keluarga yang sehat. Saya akan berusaha semaksimal
mungkin agar saya bisa berbaur di Unsoed, bisa memngikuti perkuliahan dengan
baik, bisa lulus tepat waktu dan tentunya bisa mendapatkan IP lebih dari 3,00.
Saya akan merubah kebiasaan malas saya, saya akan mencoba untuk giat belajar
agar saya bisa membanggakan orangtua saya dan tidak mengecewakan mereka.
Semoga setelah
lulus nanti saya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan saya bisa membagi
ilmu saya kepada masyarakat dan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan
penyuluhan betapa pentingnya hidup sehat. Kesehatan itu sangat mahal dan harus
kita jaga.






0 komentar:
Posting Komentar