LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN
DISUSUN OLEH :
Annisa Fildzah Defanty (I1A015001)
Missi Suci (I1A015038)
Hanawindra S (I1A015051)
Ayu Pangesti (I1A015071)
Nur Fauzan Azhima (I1A015093)
M. Fajri Adhianto (I1A015107)
Fita Aulia Ningtyas (I1A015111)
La Re Nande Sangraena (I1A015123)
Kelompok :
1
Rombongan : 2
Assisten :
Febyana Noor Fadlilah
Niken Mawari
KEMENTERIAN
RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
FAKULTAS
ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KESEHATAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS
JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Media
adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi)
yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan bakteri. Beberapa media
pertumbuhan telah dibuat dengan
menggunakan bermacam-macam nutrien yang
mungkin dibutuhkan oleh bakteri, dan juga beberapa bakteri dapat tumbuh di
dalam larutan cair sederhana yang mengandung sumber energi, seperti glukosa,
dan beberapa ion-ion anorganik. (Hugo, 1987)
Supaya mikroba
dapat tumbuh baik dalam suatu media, maka medium tersebut harus memenuhi
syarat-syarat, antara lain harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan
oleh mikroba, harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan permukaan dan pH yang
sesuai dengan kebutuhan mikroba yang akan tumbuh, tidak mengandung zat-zat yang
dapat menghambat pertumbuhan mikroba, harus berada dalam keadaan steril sebelum
digunakan, agar mikroba yang ditumbuhkan dapat tumbuh dengan baik. (Sutedjo, 1991)
Media untuk bakteri sendiri berasal dari Nutrien Agar sedangkan media untuk jamur itu berasal dari Potato Dextrose Agar. (Annisa Fitri) Medium dapat dibuat secara alami maupun membeli sudah dalam bentuk kemasan jadi. Pembuatan medium menggunakan bahan-bahan alami selain lebih murah juga dapat untuk mengantisipasi jika tidak ada stok dari pabrik. Berdasarkan komposisi kimiawi komponen penyusun medium, maka medium dibedakan menjadi 2 kategori yaitu medium kompleks (complex) dan sintetik (defined). Medium kompleks tersusun atas bahan-bahan dengan macam dan komposisi tidak semua diketahui dengan pasti. Contoh medium kompleks adalah Nutrien Agar (NA) yang mengandung beef extract dan pepton. Medium sintetik tersusun atas bahan-bahan kimia murni dengan macam dan komposisinya diketahui dengan pasti. (Anna Rakhmawati, 2012)
Media untuk bakteri sendiri berasal dari Nutrien Agar sedangkan media untuk jamur itu berasal dari Potato Dextrose Agar. (Annisa Fitri) Medium dapat dibuat secara alami maupun membeli sudah dalam bentuk kemasan jadi. Pembuatan medium menggunakan bahan-bahan alami selain lebih murah juga dapat untuk mengantisipasi jika tidak ada stok dari pabrik. Berdasarkan komposisi kimiawi komponen penyusun medium, maka medium dibedakan menjadi 2 kategori yaitu medium kompleks (complex) dan sintetik (defined). Medium kompleks tersusun atas bahan-bahan dengan macam dan komposisi tidak semua diketahui dengan pasti. Contoh medium kompleks adalah Nutrien Agar (NA) yang mengandung beef extract dan pepton. Medium sintetik tersusun atas bahan-bahan kimia murni dengan macam dan komposisinya diketahui dengan pasti. (Anna Rakhmawati, 2012)
B.
Tujuan
Agar mahasiswa
dapat mengetahui cara pembuatan media pertumbuhan Mannitol Salt Agar dan Salmonella
Shigella Agar
BAB II
MATERI
A.
Materi
Alat-alat
yang digunakan dalam praktikum adalah tabung reaksi, magnetic stirrer, hot
plate, labu Erlenmeyer, gelas ukur, pH indicator universal. Bahan-bahan yang
digunakan dalam praktikum ini adalah SSA instan.
Untuk membuat biakan padat pada larutan biak cair ditambahkan bahan pemadat yang memberi konsistensi seperti selai pada larutan air. Hanya untuk keperluan tertentu masih digunakan gelatin, karena sudah mencair pada suhu 260-300C dan banyak organisme mampu mencairkan gelatin. Bahan pemadat yang hampir ideal adalah agar. Agar ditambahkan pada larutan air dengan kadar 15-20 gr/lt. Agar baru mencair pada suhu 1000C, agar tersebut masih tetap baik kalau didinginkan sampai 450C. Agar hanya dipengaruhi oleh sejumlah kecil bakteri (Schlegel, 1994).
Nutrient Agar merupakan media kultur yang direkomendasikan untuk budidaya mikroorganisme non-kritis. Nutrient agar adalah media yang umum digunakan untuk menumbuhkan bakteri di laboratorium. Ini adalah media dasar terdiri dari pepton sederhana dan ekstrak daging sapi. (Nutrient Agar is a culture medium recommended for the cultivation of non-fastidious microorganisms. Nutrient agar is a common medium used to grow bacteria in laboratories. This is a basic medium composed of a simple peptone and a beef extract.) (J. Nat. Prod. Plant Resour, 2012)
Untuk membuat biakan padat pada larutan biak cair ditambahkan bahan pemadat yang memberi konsistensi seperti selai pada larutan air. Hanya untuk keperluan tertentu masih digunakan gelatin, karena sudah mencair pada suhu 260-300C dan banyak organisme mampu mencairkan gelatin. Bahan pemadat yang hampir ideal adalah agar. Agar ditambahkan pada larutan air dengan kadar 15-20 gr/lt. Agar baru mencair pada suhu 1000C, agar tersebut masih tetap baik kalau didinginkan sampai 450C. Agar hanya dipengaruhi oleh sejumlah kecil bakteri (Schlegel, 1994).
Nutrient Agar merupakan media kultur yang direkomendasikan untuk budidaya mikroorganisme non-kritis. Nutrient agar adalah media yang umum digunakan untuk menumbuhkan bakteri di laboratorium. Ini adalah media dasar terdiri dari pepton sederhana dan ekstrak daging sapi. (Nutrient Agar is a culture medium recommended for the cultivation of non-fastidious microorganisms. Nutrient agar is a common medium used to grow bacteria in laboratories. This is a basic medium composed of a simple peptone and a beef extract.) (J. Nat. Prod. Plant Resour, 2012)
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Salmonella
shigella agar (SS agar) adalah media selektif diferensial untuk isolasi basil
enterik patogen, terutama mereka yang termasuk dalam genus Salmonella. Media
ini tidak dianjurkan untuk isolasi utama shigella.
Manitol Salt Agar merupakan media pertumbuhan bakteri khusus yang selektif untuk halophiles dan dapat membedakan Staphylococcus patogen dan nonpathogenic.
Media ini biasa digunakan untuk isolasi mikroorganisme patogen pada jaringan kulit, seperti Candida sp.
Manitol Salt Agar merupakan media pertumbuhan bakteri khusus yang selektif untuk halophiles dan dapat membedakan Staphylococcus patogen dan nonpathogenic.
Media ini biasa digunakan untuk isolasi mikroorganisme patogen pada jaringan kulit, seperti Candida sp.
B.
Pembahasan
Media adalah
suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang
diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan bakteri. Beberapa media
pertumbuhan telah dibuat dengan
menggunakan bermacam-macam nutrien yang
mungkin dibutuhkan oleh bakteri, dan juga beberapa bakteri dapat tumbuh di
dalam larutan cair sederhana yang mengandung sumber energi, seperti glukosa,
dan beberapa ion-ion anorganik.
Banyak medium
yang dipergunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme, meskipun demikian pada
dasarnya medium dibedakan berdasarkan kriteria tertentu, seperti : fase (sifat
fisik), komposisi, dan fungsi.
1. Medium
berdasarkan fase (sifat fisik)
a. Medium
padat, yaitu medium yang mengandung agar 12-15 gram/liter air (1 resep medium),
contoh : media Nutrien Agar (NA), Glucose Agar (GA)
b. Medium
setengah padat atau semi solid, yaitu medium yang mengandung agar kurang dari
0,5% per liter air.
c. Medium
cair, yaitu medium yang tidak mengandung agar, contoh : Media Nutrien Broth
(NB), Lactose Broth (LB)
2. Medium
berdasarkan komposisi kimiawinya
a. Medium
sintetis, yaitu medium yang komposisi zat kimianya diketahui secara pasti,
contoh : medium GA
b. Medium
semi sintetis, yaitu medium yang sebagian komposisi zat kimianya diketahui,
contoh : medium Potato Dextrose Agar (PDA)
c. Medium
non sintetis, yaitu medium yang komposisi zat kimianya tidak diketahui secara
pasti, contoh : Medium alami seperti, kaldu daging sapi, ekstrak wortel.
3. Medium
berdasarkan fungsi
a. Medium
umum, yaitu medium yang dapat untuk menumbuhkan banyak jenis mikroorganisme.
Contoh : Medium Plate Count Agar (PCA)
b. Medium
selektif, yaitu medium yang didalamnya ditambahkan zat tertentu maka bersifat
selektif bagi pertumbuhan mikroorganisme tertentu dan tidak bagi yang lain.
Contoh : Medium yang diberi kristal ungu untuk merangsang pertumbuhan bakteri
gram negatif, sedangkan bakteri gram positif terhambat.
c. Medium
diferensial, yaitu medium yang mengandung senyawa yang akan menyebabkan
pertumbuhan mikroorganisme tertentu pada medium dapat dibedakan dari
pertumbuhan mikroorganisme lain. Media ini biasa digunakan untuk membedakan
mikroba yang memiliki kemiripan secara biokimiawi dan morfologi. Contoh :
medium yang ditambah indikator warna dalam suasana asam akibat aktivitas
mikroorganisme yang ditumbuhkan pada medium.
d. Medium
uji (assay-medium), yaitu medium dengan komposisi tertentu untuk mengetahui
atau menguji adanya zat tertentu di dalam medium itu misal adanya vitamin,
antibiotik atau yang lain, dengan menggunakan mikroorganisme.
e. Medium diperkaya, yaitu medium yang
mengandung komponen sangat kompleks seperti darah, serum, kuning telur untuk
menumbuhkan mikroorganisme yang bersifat heterotrof. Contoh : Loefller-serum
untuk menumbuhkan basil difteri.
Pembuatan Medium Pertumbuhan
1. Pembuatan
Mannitol Salt Agar (MSA)
·
Komposisi MSA :
a. Lab
Lemco Powder 1 gram
b. Peptone 10 gram
c. Mannitol 10 gram
d. Sodium
Chloride 75 gram
e. Phenol
Red 0,0025 gram
f. Agar 15 gram
g. Akuades s.d 1000 ml
·
pH media NA diatur hingga 7,4 ± 0,2.
2. Pembuatan
Salmonella Shigella Agar (SSA)
·
Komposisi SSA :
a. Beef
Extract 5 g
b. Peptone 5 g
c. Lactose 10 g
d. Bite
Salt 8,5 g
e. Agar 15 g
f. Akuades s.d 1000 ml
·
pH media NA diatur hingga 7,0 ± 0,2
3. Sabaroud
Dextrose Agar (SDA)
Media
ini biasa digunakan untuk isolasi mikroorganisme patogen pada jaringan kulit,
seperti Candida sp.
·
Komposisi SDA :
a. Dextrose 40 g/L
b. Peptone 10 g/L
c. Agar 15 g/L
d. Akuades 1000 mL
·
pH media SDA diatur hingga 5,6 ± 0,2.
DAFTAR PUSTAKA
Hugo,
W. B dan A. D. Russel. 1987. Pharmaceutical
Microbiology. Blackwell Scientific
Publications.
Sutedjo. 1991. Mikrobiologi Tanah. Jakarta: Rineka Cipta.
Schlegel, H. G 1994. Mikrobiologi Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Fitri, Annisa.
Academia. Jurnal Praktikum Mikrobiologi
Dasar Tentang Peralatan, Sterilisasi dan Media Pertumbuhan Mikroba. https://www.academia.edu/9895572/Jurnal_Praktikum_Mikrobiologi_Dasar_Tentang_Peralatan_Sterilisasi_dan_Media_Pertumbuhan_Mikroba.
J.
Nat. Prod. Plant Resour. 2012. Alternative
culture media for bacterial growth using different formulation of protein
sources. Vol.2 No. 6 : 697-700.







0 komentar:
Posting Komentar