BTemplates.com

Selasa, 06 September 2016

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI   
PEMBUATAN MEDIA PERTUMBUHAN


    DISUSUN OLEH :

Annisa Fildzah Defanty        (I1A015001)
Missi Suci                              (I1A015038)
Hanawindra S                       (I1A015051)
Ayu Pangesti                         (I1A015071)
Nur Fauzan Azhima              (I1A015093)
M. Fajri Adhianto                 (I1A015107)
Fita Aulia Ningtyas               (I1A015111)
La Re Nande Sangraena       (I1A015123)

Kelompok                  : 1
Rombongan               : 2
Assisten                     : Febyana Noor Fadlilah
                                    Niken Mawari



KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2016


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan bakteri. Beberapa media pertumbuhan  telah dibuat dengan menggunakan  bermacam-macam nutrien yang mungkin dibutuhkan oleh bakteri, dan juga beberapa bakteri dapat tumbuh di dalam larutan cair sederhana yang mengandung sumber energi, seperti glukosa, dan beberapa ion-ion anorganik. (Hugo, 1987)
Supaya mikroba dapat tumbuh baik dalam suatu media, maka medium tersebut harus memenuhi syarat-syarat, antara lain harus mengandung semua zat hara yang mudah digunakan oleh mikroba, harus mempunyai tekanan osmosis, tegangan permukaan dan pH yang sesuai dengan kebutuhan mikroba yang akan tumbuh, tidak mengandung zat-zat yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, harus berada dalam keadaan steril sebelum digunakan, agar mikroba yang ditumbuhkan dapat tumbuh dengan baik. (Sutedjo, 1991)
Media untuk bakteri sendiri berasal dari Nutrien Agar sedangkan media untuk jamur itu berasal dari Potato Dextrose Agar. (Annisa Fitri) Medium dapat dibuat secara alami maupun membeli sudah dalam bentuk kemasan jadi. Pembuatan medium menggunakan bahan-bahan alami selain lebih murah juga dapat untuk mengantisipasi jika tidak ada stok dari pabrik. Berdasarkan komposisi kimiawi komponen penyusun medium, maka medium dibedakan menjadi 2 kategori yaitu medium kompleks (complex) dan sintetik (defined). Medium kompleks tersusun atas bahan-bahan dengan macam dan komposisi tidak semua diketahui dengan pasti. Contoh medium kompleks adalah Nutrien Agar (NA) yang mengandung beef extract dan pepton. Medium sintetik tersusun atas bahan-bahan kimia murni dengan macam dan komposisinya diketahui dengan pasti. (Anna Rakhmawati, 2012)

B.     Tujuan
Agar mahasiswa dapat mengetahui cara pembuatan media pertumbuhan Mannitol Salt Agar dan Salmonella Shigella Agar


BAB II
MATERI
A.    Materi
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum adalah tabung reaksi, magnetic stirrer, hot plate, labu Erlenmeyer, gelas ukur, pH indicator universal. Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah SSA instan.
Untuk membuat biakan padat pada larutan biak cair ditambahkan bahan pemadat yang memberi konsistensi seperti selai pada larutan air. Hanya untuk keperluan tertentu masih digunakan gelatin, karena sudah mencair pada suhu 260-300C dan banyak organisme mampu mencairkan gelatin. Bahan pemadat yang hampir ideal adalah agar. Agar ditambahkan pada larutan air dengan kadar 15-20 gr/lt. Agar baru mencair pada suhu 1000C, agar tersebut masih tetap baik kalau didinginkan sampai 450C. Agar hanya dipengaruhi oleh sejumlah kecil bakteri (Schlegel, 1994).
Nutrient Agar merupakan media kultur yang direkomendasikan untuk budidaya mikroorganisme non-kritis. Nutrient agar adalah media yang umum digunakan untuk menumbuhkan bakteri di laboratorium. Ini adalah media dasar terdiri dari pepton sederhana dan ekstrak daging sapi. (Nutrient Agar is a culture medium recommended for the cultivation of non-fastidious microorganisms. Nutrient agar is a common medium used to grow bacteria in laboratories. This is a basic medium composed of a simple peptone and a beef extract.) (J. Nat. Prod. Plant Resour, 2012)


 






BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil
              Salmonella shigella agar (SS agar) adalah media selektif diferensial untuk isolasi basil enterik patogen, terutama mereka yang termasuk dalam genus Salmonella. Media ini tidak dianjurkan untuk isolasi utama shigella.
          Manitol Salt Agar merupakan media pertumbuhan bakteri khusus yang selektif untuk halophiles dan dapat membedakan Staphylococcus patogen dan nonpathogenic.
                Media ini biasa digunakan untuk isolasi mikroorganisme patogen pada jaringan kulit, seperti Candida sp.
B.     Pembahasan
Media adalah suatu substansi yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembang biakan bakteri. Beberapa media pertumbuhan  telah dibuat dengan menggunakan  bermacam-macam nutrien yang mungkin dibutuhkan oleh bakteri, dan juga beberapa bakteri dapat tumbuh di dalam larutan cair sederhana yang mengandung sumber energi, seperti glukosa, dan beberapa ion-ion anorganik.
Banyak medium yang dipergunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme, meskipun demikian pada dasarnya medium dibedakan berdasarkan kriteria tertentu, seperti : fase (sifat fisik), komposisi, dan fungsi.
1.      Medium berdasarkan fase (sifat fisik)
a.   Medium padat, yaitu medium yang mengandung agar 12-15 gram/liter air (1 resep medium), contoh : media Nutrien Agar (NA), Glucose Agar (GA)
b.      Medium setengah padat atau semi solid, yaitu medium yang mengandung agar kurang dari 0,5% per liter air.
c.    Medium cair, yaitu medium yang tidak mengandung agar, contoh : Media Nutrien Broth (NB), Lactose Broth (LB)
2.      Medium berdasarkan komposisi kimiawinya
a.   Medium sintetis, yaitu medium yang komposisi zat kimianya diketahui secara pasti, contoh : medium GA
b.      Medium semi sintetis, yaitu medium yang sebagian komposisi zat kimianya diketahui, contoh : medium Potato Dextrose Agar (PDA)
c.   Medium non sintetis, yaitu medium yang komposisi zat kimianya tidak diketahui secara pasti, contoh : Medium alami seperti, kaldu daging sapi, ekstrak wortel.
3.      Medium berdasarkan fungsi
a. Medium umum, yaitu medium yang dapat untuk menumbuhkan banyak jenis mikroorganisme. Contoh : Medium Plate Count Agar (PCA)
b.  Medium selektif, yaitu medium yang didalamnya ditambahkan zat tertentu maka bersifat selektif bagi pertumbuhan mikroorganisme tertentu dan tidak bagi yang lain. Contoh : Medium yang diberi kristal ungu untuk merangsang pertumbuhan bakteri gram negatif, sedangkan bakteri gram positif terhambat.
c. Medium diferensial, yaitu medium yang mengandung senyawa yang akan menyebabkan pertumbuhan mikroorganisme tertentu pada medium dapat dibedakan dari pertumbuhan mikroorganisme lain. Media ini biasa digunakan untuk membedakan mikroba yang memiliki kemiripan secara biokimiawi dan morfologi. Contoh : medium yang ditambah indikator warna dalam suasana asam akibat aktivitas mikroorganisme yang ditumbuhkan pada medium.
d.  Medium uji (assay-medium), yaitu medium dengan komposisi tertentu untuk mengetahui atau menguji adanya zat tertentu di dalam medium itu misal adanya vitamin, antibiotik atau yang lain, dengan menggunakan mikroorganisme.
e.    Medium diperkaya, yaitu medium yang mengandung komponen sangat kompleks seperti darah, serum, kuning telur untuk menumbuhkan mikroorganisme yang bersifat heterotrof. Contoh : Loefller-serum untuk menumbuhkan basil difteri.
Pembuatan Medium Pertumbuhan
1.      Pembuatan Mannitol Salt Agar (MSA)
·         Komposisi MSA :
a.       Lab Lemco Powder     1 gram
b.      Peptone                       10 gram
c.       Mannitol                      10 gram
d.      Sodium Chloride         75 gram
e.       Phenol Red                  0,0025 gram
f.       Agar                            15 gram
g.      Akuades                      s.d 1000 ml
·         pH media NA diatur hingga 7,4 ± 0,2.
2.      Pembuatan Salmonella Shigella Agar (SSA)
·         Komposisi SSA :
a.       Beef Extract    5 g
b.      Peptone           5 g
c.       Lactose            10 g
d.      Bite Salt          8,5 g
e.       Agar                15 g
f.       Akuades          s.d 1000 ml
·         pH media NA diatur hingga 7,0 ± 0,2
3.      Sabaroud Dextrose Agar (SDA)
Media ini biasa digunakan untuk isolasi mikroorganisme patogen pada jaringan kulit, seperti Candida sp.
·         Komposisi SDA :
a.       Dextrose          40 g/L
b.      Peptone           10 g/L
c.       Agar                15 g/L
d.      Akuades          1000 mL
·         pH media SDA diatur hingga 5,6 ± 0,2.













DAFTAR PUSTAKA
Hugo, W. B dan A. D. Russel. 1987. Pharmaceutical Microbiology.  Blackwell Scientific Publications.
Sutedjo. 1991. Mikrobiologi Tanah. Jakarta: Rineka Cipta.
Schlegel, H. G 1994. Mikrobiologi Umum. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Fitri, Annisa. Academia. Jurnal Praktikum Mikrobiologi Dasar Tentang Peralatan, Sterilisasi dan Media Pertumbuhan Mikroba. https://www.academia.edu/9895572/Jurnal_Praktikum_Mikrobiologi_Dasar_Tentang_Peralatan_Sterilisasi_dan_Media_Pertumbuhan_Mikroba.
J. Nat. Prod. Plant Resour. 2012. Alternative culture media for bacterial growth using different formulation of protein sources. Vol.2 No. 6 : 697-700.





0 komentar:

Posting Komentar