BTemplates.com

Selasa, 06 September 2016

LAPORAN UJI SENSITIVITAS

UJI SENSITIVITAS



    Disusun oleh :
Annisa Fildzah Defanty      (I1A015001)
Missi Suci                             (I1A015038)
Hanawindra S                      (I1A015051)
Ayu Pangesti                        (I1A015071)
Nur Fauzan Azhima           (I1A015093)
M. Fajri Adhianto               (I1A015107)
Fita Aulia Ningtyas             (I1A015111)
La Re Nande Sangraena    (I1A015123)

Kelompok                 : 1
Rombongan             : II
Assisten                     : Febyana Noor Fadlilah
                                    Niken Mawari Pangestika



KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDRAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
PURWOKERTO
2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Zat antimikroba adalah istilah umum yang mengacu pada setiap senyawa yang termasuk antibiotik, antimikroba makanan, pembersih, disinfektan, dan zat lainnya yang bertindak terhadap mikroorganisme. Zat antimikroba dapat bersifat membunuh mikroorganisme (microbidical) atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (mikrobiostatic). Obat antimikroba yang ideal memperlihatkan toksisitas selektif. Istilah ini berarti bahwa obat ini merugikan parasit tanpa merugikan inang. Dalam banyak hal toksisitas selektif bersifat relatif daripada absolut, berarti bahwa suatu obat dapat merusak parasit dalam konsentrasi yang dapat ditoleransi oleh inang (Katzung, 1998).
Disinfektan adalah agen kimiawi kuat yang menghambat atau membunuh mikroorganisme (Katzung, 2007). Desinfektan biasanya menyatakan suatu zat yang membunuh mikroorganisme di lingkungan benda-benda mati (Katzung, 1998). Disinfeksi mencegah infeksi dengan menurunkan jumlah organisme yang berpotensi infektif melalui eradikasi, pemindahan atau pengenceran organisme tersebut (Katzung, 2007).
Antibiotik secara sempit diartikan sebagai bahan atau zat kimia yang secara alamiah dihasilkan oleh organisme hidup yang mampu mengahambat pertumbuhan organisme lain (Gould dan Brooker, 2003). Istilah awal antibiotik yang digunakan adalah antibiosis, yang berarti substansi yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme hidup yang lain, dan berasal dari mikroorganisme. Namun pada perkembangannya, antibiosis disebut sebagai antibiotik dan istilah ini tidak hanya terbatas untuk substansi yang berasal dari mikroorganisme, melainkan semua substansi yang diketahui memiliki kemampuan untuk menghalangi pertumbuhan organisme lain khususnya mikroorganisme (Pratiwi, 2008). Antiseptik adalah agen disinfektan bertoksisitas rendah terhadap spora pejamu sehingga dapat langsung digunakan pada kulit, membran mukosa, atau luka (Katzung, 2007).


B.     Tujuan
1.      Mengetahui cara pengujian zat antimikroba yang meliputi uji disinfektan, uji antibiotik, dan uji antiseptik.
2.      Melakukan uji kepekaan bakteri terhadap antibiotik untuk mengetahui batas kepekaan sensivitas bakteri.








BAB II
MATERI DAN METODE
A.    Materi
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum uji sensitivitas adalah cutton buds, pembakar spirtus, cawan petri, pinset, tabung reaksi berisi biakan bakteri, kertas cakram yang sudah diberi antiobotik. Bahan–bahan yang digunakan dalam praktikum uji sensitivitas adalah pepton water, disinfektan yang berupa pembersih kaca.

 


BAB III
PEMBAHASAN
A.       Pembahasan
Zat antimikroba adalah istilah umum yang mengacu pada setiap senyawa yang termasuk antibiotik, antimikroba makanan, pembersih, disinfektan, dan zat lainnya yang bertindak terhadap mikroorganisme. Disinfektan adalah agen kimiawi kuat yang menghambat atau membunuh mikroorganisme (Katzung, 2007). Antibiotik secara sempit diartikan sebagai bahan atau zat kimia yang secara alamiah dihasilkan oleh organisme hidup yang mampu mengahambat pertumbuhan organisme lain (Gould dan Brooker, 2000). Antiseptik adalah agen disinfektan bertoksisitas rendah terhadap spora pejamu sehingga dapat langsung digunakan pada kulit, membran mukosa, atau luka (Katzung, 2007).
Antibiotik dapat diklasifikasikan berdasarkan spektrum atau kisaran kerja, mekanisme aksi, strain penghasil cara biosintesis maupun berdasarkan struktur biokimianya. Berdasarkan spektrum atau kisaran kerjanya antibiotik dapat dibedakan menjadi antibiotik berspektrum sempit (narrow spectrum) dan antibiotik spektrum luas (broad spectrum). Antibiotik berspektrum sempit hanya mampu menghambat segolongan jenis bakteri saja, contohnya hanya mampu menghambat atau membunuh bakteri Gram negatif saja atau Gram positif saja. Sedangkan antibiotik berspektrum luas dapat menghambat atau membunuh bakteri dari golongan Gram positif maupun Gram negatif (Pratiwi, 2008).
Berdasarkan mekanisme aksinya, antibiotik dibedakan menjadi lima, yaitu antibiotik dengan mekanisme penghambatan sintesis dinding sel, perusakan membran plasma, penghambatan sintesis protein, penghambatan sintesis asam nukleat, dan penghambatan sintesis metabolit esensial (Pratiwi, 2008).
Menurut Kee (1996), mekanisme kerja antibiotik antara lain:
1.      Menghambat sintesis dinding sel
Penghambatan sintesis dinding sel yang memberikan efek memerah enzim dinding sel dan penghambatan enzim sintesis dinding sel, contoh: Penisilin, Vankomisin, Sefalosporin.
2.      Merusak permeabilitas membran sel
Perubahan permeabilitas membran yang berefek meningkatkan permeabilitas membran dan hilangnya substansi setelah menyebabkan sel menjadi lisis, contohnya Nistatin, Kalistin, Amfoterisin B.
3.      Mengganggu metabolisme sel
Mengangggu tahap-tahap metabolisme dalam sel yaitu mengganggu struktur RNA atau DNA bakteri dengan menghambat suatu enzim yang memungkinkan trankripsi (RNA) atau replikasi (DNA). Antibiotik yang termasuk diantaranya trimetropin dan sulfonamid.
4.      Mengganggu sintesis protein (proses translasi)
Penghambatan sintesis protein yang berefek mengganggu sintesis protein tanpa mempengaruhi sel-sel normal contohnya tetrasilin, eritromisin, aminoglikosida.
Ada beberapa bakteri menunjukkan efek yang berbeda pada antibiotik yang berbeda, beberapa tahan, ada yang sensitif dan cukup sensitif terhadap antibiotik.  Ada antibiotik yang efektif terhadap mikroorganisme, tetapi kenyataannya  tidak menghambat semua mikroorganisme. beberapa  mikroorganisme tahan alami, sementara beberapa resistensi baik dengan mengubah permeabilitas, atau dengan memproduksi  enzim yang menginaktivasi antibiotik atau dengan memodifikasi sasaran  situs atau dengan plasmid dimediasi resisten (Dhanaraj, 2012)
Pembagian antibiotik menurut Gould dan Brooker(2003), dapat diklasifikasikan sesuai jenis bakteri kepada mana obat tersebut bekerja:
1.  Obat yang terutama aktif terhadap organisme gram-positif, misalnya penisilin, eritomisin, dan limkomisin,
2.     Obat yang terutama aktif terhadap organisme gram-negatif, misalnya polimiksin dan asam nalidiksat,
3.    Antibiotik spektrum-luas yang aktif terhadap organisme gram-negatif dan gram-posistif, misalnya tetrasiklin, kloromfenikol, ampisilin, sefalosporin, dan sulfonamid.
Mikroorganisme penghasil antibiotik (Pratiwi, 2008)
Antibiotik
Organisme penghasil
Aktivitas
Tempat aksi
Penisilin
Penicillium chrysogenum
Bakteri Gram positif
Sintesis dinding
Sefalosporin
Cephalosporium acremonium
Spektrum luas
Sintesis dinding
Griseofulvin
Penichilium griseofulvum
Fungi demartofitik
Mikrotubul
Basitrasin
Bacillus subtilis
Bakteri Gram positif
Sintetis dinding
Polimiksin B
Bacillus polymxa
Bakteri Gram negatif
Membran sel
Amfoterisin B
Streptomyces nodosus
Fungi
Membran sel
Eritromisin
Streptomyces erythreus
Bakteri Gram positif
Sintesis protein
Neomisin
Streptomyces fradiae
Spektrum luas
Sintesis protein
Streptomisin
Streptomyces griseus
Bakteri Gram negatif
Sintesis protein
Tertrasiklin
Streptomyces rimosus
Spektrum luas
Sintesis protein
Vankomisin
Streptomyces orientalis
Bakteri Gram positif
Sintesis protein
Gentamisin
Micromonospora purpurea
Spektrum luas
Sintesis protein
Rifamisin
Streptomyces mediterranei
Tuberkulosis
Sintesis protein









DAFTAR PUSTAKA
Katzung, Betram G. 2007. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 10. Jakarta : EGC.
Katzung, Betram G. 1998. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 6. Jakarta : EGC
Kee, Jaycel dan Hayer R. 1996. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. EGC : Jakarta.
Pratiwi, Sylvia T. 2008. Mikrobiologi Farmasi. Jakarta : Erlangga.
Gould, Dinah dan Christine Brooker. 2003. Mikrobiologi Terapan Untuk Perawat. EGC : Jakarta.
Dhanaraj. B, Nakade. 2012. Antibiotic sensitivity of common Bacterial Pathogens against selected Quinolones. ISCA Journal of Biological Sciences. Vol. 1(1):77-79.
Hemen, J.T., John, J.T., Ambo, E.E, Ekam, V.S, Odey, M.O,Fila, W.A.. 2012. Multi-Antibiotic Resistance of Some Gram Nrgative Bacterial Isolates from Poultry Litters of Selected Farms in Benue State. IJST. Vol. 2 (8) : 545.



0 komentar:

Posting Komentar